pelukan

Title               : Because Of You

 

Author           : Sunnie


Rating            : G

 

Length            : Chapter

 

Genre             : Romance, Sad,

 

MainCast      :

–         Alexander Kevin

–         Gracillia Jimmie

 

.

.

.

 

=>

 

~ Happy Reading ~

 

Seorang gadis menghempaskan tubuhnya pada rerumputan hijau di padang rumput yang luas, tenang dan damai itulah yang ia pikirkan saat ini

Awan mendung, langit hitam, burung burung berterbangan kesana kemari mencari perlindungan, menandakan hujan akan turun, sebuah suasana yang sangat nyaman -menurutnya-

Ia memejamkan matanya, menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya, titik demi titik air mulai jatuh membahasahi tubuhnya,

Matanya yang terpejam kini terbuka, ditengokkan kepalanya kearah kanan, sebuah bayangan laki laki mulai tergambar jelas dihadapannya, menatapnya dalam penuh cinta. Namun, bayangan tersebut seketika hilang diterpa angin

Senyuman tulus yang sedari tadi menghiasi wajahnya yang anggun kini terganti dengan air mata yang jatuh begitu saja melawati pipinya,

Matanya terpejam, ingatannya kembali pada masa dimana ia terakhir kali melihat –kekasihnya-nya.

 

~ Flasback ~

3 Maret 2010

Di tengah hembusan angin, seorang gadis tengah menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon cemara yang menjulang tinggi ke atas, sontan ia langsung berdiri ketika melihat seorang pria datang menghampirinya, kekasihnya

“Ada apa? kenapa ingin bertemu denganku disini?” Tanya gadis itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya

“Kurasa… Ini adalah saatnya untuk mengakhiri hubungan ini” Lelaki itu berkata dengan nada yang seolah ia tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun, datar namun terkesan dingin, itulah ekspresinya saat ini.

“Kenapa?” Gadis yang bernama lengkap Gracilya Jimmie bertanya penuh dengan tuntutan,

“Karena Aku tak menyukaimu lagi” jawab pria yang bernama lengkap Alexander Kevin itu

“Aku tak mengerti apa maksudmu”

“Maaf” Kevin mulai melangkahkan kakinya menjauhi Jimmie yang terdiam mematung, namun tak ada setetes air matapun yang ia jatuhkan dari kelopak matanya.

 

Ini berakhir, maafkan aku

Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti. Ketika kau bilang tak menyukai ku, aku tak mengerti

Berhentilah bersikap sedih saat kau telah pergi, Berhentilah memberi alasan

Kau benar-benar gila, dengan nada lebih keras:

Kau gila, R U Crazy -Aku sangat ingin kau pergi jauh-

Kata-kata terakhir mu, kata-kata dingin itu adalah ‘I’m Sorry’

Kau bilang kau mencintai ku, dan hanya ada aku bagimu

Oh itu kebohongan. Kata-kata perpisahan mu, kata-kata tegas itu ‘I’m Sorry’

You tell me sorry

Kau bilang semuanya telah berbubah, hanya kau yang tidak berubah.

Oh namun itu hanyalah kata-kata biasa yang orang lain pun bisa katakan

Kata-kata ambisius mu, Kata-kata konyol mu, ‘I’m Sorry’

Kata-kata mu yang buat ku kesal, kata-kata mu yang buat ku marah. Oh oh Kembalilah pada ku, aku sangat gila

Itu aku, aku telah memberikan mu apapun namun kau pergi

Kau benar-benar gila, dengan nada lebih keras:

Kau gila, R U Crazy

Pergilah, hati mu akan pergi meninggalkan ku. Kau akan ku lepas, tak bisa ku tahan lagi

Aku hancur ketika kau ucapkan kata-kata itu lagi. Langit pun ikut runtuh saat kau ucapkan itu

Kata-kata mu seperti mimpi buruk, aku tak ingin dengar lagi, tolong, Oh no no

Yang berdenging di telinga ku, yang terpaku di hati ku

Kata-kata ‘I’m Sorry’ ‘I’m Sorry’

Harusnya aku tak mencintai mu dan tak memberikan hati ku padamu. Oh, aku lah satu-satunya yang terluka begini

Yang membasahi mata ku, yang terpaku di hati ku

Kata-kata ‘I’m Sorry’, you tell me sorry

Aku tak mau melakukan ini lagi, walaupun bila aku mati. Oh cinta biasa ini begitu mudah bagi mu

Kata-kata kejam mu, kata-kata dingin mu, ‘I’m Sorry’

Translate lagu CN Blue – I’m Sorry

 

Flasback END

Angin mulai berhembus semakin kencang, hujanpun turun semakin deras… tubuhnya mulai menggigil kedinginan. namun, ia tak beranjak sedikitpun dari tempatnya, karena itulah tujuannya, membiarkan tubuhnya menggigil dan membeku sehingga kerinduan yang semakin hari semakin menjadi ini juga ikut membeku bersama tubuhnya yang lemah dan rapuh

Mungkin hujan sudah berhenti, karena saat ini, ia tak merasakan satu tetespun mengenai wajahnya, namun … mengapa kakinya terkena air? Mungkinkah hujan belum berhenti??

“apa yang kau pikirkan?? Sehingga hujan hujan seperti ini?” suara itu… suara yang sangat ia rindukan,

Matanya yang terpejam kini terbuka, berusaha melihat dengan jelas apakah suara itu benar adanya… atau hanya sekedar bayangan??

Deg…

“apakah ini nyata… atau hanya sekedar bayangan… ataukah hanya mimpi.. jika ini bayangan kumohon jangan hilangkan bayangan ini… dan jika ini mimpi aku berharap tidak akan pernah bangun dari tidur” pikirnya dalam hati

Tanpa berfikir panjang, Jimmie langsung bangun dari berbaringnya, berusaha meyakinkan dirinya apakah ini nyata ataukah hanya sekedar bayangan

“apa yang kau pikirkan?” ‘suara itu… mungkinkah itu nyata’ pikir Jimmie

“apa kau benar benar nyata.. benarkah ini kau??” guman Jimmie dengan suara yang amat rendah bahkan mungkin tak terdengar karena terkalahkan dengan desiran angin yang berhembus

“Tentu saja ini nyata.. apa kau berfikir kita berada di alam ghaib?” Tanya Kevin sembari tersenyum simpul

“apakah ini mimpi??” tanya Jimmie pada dirinya sendiri,

“kurasa tidak… tapi jika ini memanglah mimpi aku harap kau tidak pernah bangun dari tidurmu” jawab Kevin dengan seyum lebar yang menghiasi wajahnya yang rupawan

“Apa kau menyumpahiku mati?” Selidik Jimmie yang hanya dibalas dengan senyum lebar oleh Kevin

Tanpa aba aba, Jimmie langsung memeluk erat tubuh Kevin, gerakan tiba tiba itu membuat Kevin mundur beberapa langkah namun payung yang berada di genggamannya jatuh seketika,

Kini kedua insan tersebut berpelukan ditengan hujan deras yang mengguyur mereka, tak ada lagi yang menghalangi mereka, bahkan sebuah payung sekalipun, bahkan saat ini hujan telah menjadi satu satunya saksi pertemuan mereka setelah sekian lama tak bertemu karena terpisahkan oleh jarak

Detik demi Detik telah mereka habiskan dalam sebuah pelukan tanpa suara, hanya sebuah desiran angin dan rintikan hujan yang kini terdengar

“Apa kau tidak membencinku?” Tanya Kevin memecah keheningan diantara keduanya

“Kau benar, aku memang membencimu sangat atas apa yang kau perbuat dulu”

“Maaf, aku benar benar minta maaf” Kini Kevin mengatakan kata maaf dengan tulus tak seperti dulu yang penuh dengan kedinginan

“Sudahlah itu sudah masa lalu, tidak baik untuk menyimpan rasa dendam maupun benci” jawab Jimmie dengan senyum tipisnya

“lebih baik kita kembali sekarang, hujan semakin deras, dan aku yakin kau pasti kedinginan” lanjut Kevin sembari mengambil payung yang tergeletak sia sia di tanah

Jimmie tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepala tanda setuju

***

Esok harinya =>

Drttt… Drtttt… Drrtttt

Terdengar jelas suara getaran ponsel yang berasal dari meja kecil samping tempat tidur, dan getaran tersebut tentu saja mengganggu tidur Jimmie yang nyenyak, Jimmiepun yang tidak mau ambil pusingpun langsung menutup kepalanya dengan bantal dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, mungkin suara getaran tersebut tidak menembus bantal dan masuk ke gendang telinganya

Namun, tiba tiba

Kringg… kringgg.. kringgg

Jimmie yang tadinya sudah kembali kealam mimpinya, kini mulai terusik lagi dengan suara jam weker (* gue gk tau tulisannya -_- )

Ia terus mencoba merapatkan bantal yang menutupi telinganya itu berusaha agar suara jam maupun poselnya bisa berhenti, sungguh ia tidak ingin bangun dari tidurnya saat ini, ini masih pagi, dalam daftarnya matahari baru muncul pukul 10:00 WIB pada hari minggu,

Kringg… kring… kringg…

Dan dengan kurang ajarnya jam tersebut masih mengeluarkan suara cemprengnya yang benar benar menggangu Jimmie

Jimmie yang sudah terlanjur kesal, dengan sigap mengambil jam weker tersebut dan membuangnya keluar jendela yang entah sejak kapan sudah terbuka,

Merasa sudah tenang ia kembali menikmati tidurnya

Drtt…Drtt…

“Arrgghhtt!!!!!! Sekarang apa lagi coba…aishh… tidak bisakah mereka membiarkan aku tenang..” teriak Jimmie Kesal bercampur frustasi

Drttt….Drttt

“baiklahh… aku bangun sekarang.. kau puas?” teriakk Jimmie setengah sadar, -terlebih- pada dirinya sendiri, namun matanya melirik tajam pada ponselnya yang terus bergetar

Dengan kasar Jimmie mengambilnya poselnya, dan menemukan 2 pesan dengan pengirim yang sama “Kevin”

“Apa coba yang diinginkan orang gila ini sepagi ini?”

 

To        : Jimmie

From   : Kevin

Entah apa yang kupikirkan saat ini?? Tapi terlintas di pikiranku untuk mengajakmu berkeliling kota, sudah lama aku tidak berkeliling kota, jadi, maukah kau menemani pangeran tampan ini pergi? Dan kau tau bukan? Aku benci penolakan :*

 

To : Jimmie

From : Kevin

Hey, babi.. apa kau masih tidur saat ini? Kenapa kau tidak membalas pesanku? Atau mungkin… kau kesusahan dalam pengetikan? kau bahkan lebih lama dari seekor siput  >_<

 

“apa apaan ini? Bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu? Dia pikir dia tampan oeh? Cicakku bahkan lebih tampan darinya” gerutu Jimmie ketika membaca pesan dari Kevin

Baru saja Jimmie ingin membalas pesan Kevin, namun tiba tiba ada pesan masuk, tepatnya “Pesan Suara”

 

Tangannya terarah untuk menekan salah tombol pada layar ponsel layar sentuhnya. Ia dekatkan benda persegi panjang itu pada telinga kanannya.

 “Bagaimana? Apakah kau sudah memikirkan jawaban atas ajakanku tadi? Tapi, sebelumnya… aku ingin menebak sesuatu…Coba aku tebak apa yang kau lakukan saat ini… hal pertama yang kau lakukan adalah… tersenyum sinis seolah menghina kemampuannku … dan saat ini, kau pasti membelalakkan matamu… dan bertanya ‘bagaimana mungkin aku bisa mengetahui itu semua?’ itu karena aku selalu memperhatikanmu, dan karena itu pula aku menjadi tau kebiasaanmu J, jika kau tidak percaya, tengoklah ke luar jendela… Karena ada karunia Allah yang luar biasa yang belum pernah kau nikmati sebelumnya?”

Jimmie melangkahkan kakinya perlahan demi perlahan, hingga langkahnya terhenti tepat menghadap sebuah jendela persegi panjang yang terbuat dari kaca, posisinya tersebut membuatnya dapat melihat dengan jelas suasana pagi hari yang cerah namun tidak begitu panas

Perlahan namun pasti, ia mulai membuka jendela tersebut, seketika ia dapat merasakan hembusan angin pagi yang menerpa wajahnya dan menerbangkan beberapa helai rambutnya,

Ditengokkan kepalanya ke kanan dan kekiri, berusaha menelusuri dan menikmati pagi hari yang selalu ia lewatkan, bahkan tak pernah terbesit di pikirannya untuk menikmati pagi hari dengan berjalan jalan maupun menghirup udara segar

Tanpa disadarinya sebuah mata memandanginya dari jauh, senyumnya mengembang hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya

Kedua tangannya menggenggam erat sebuah camera yang bergelantungan bebas di lehernya, di dekatkannya camera itu ke kedua matanya…

Ckrikk… Crikk…

Senyumnya mengembang melihat hasil protetnya sendiri,

“Kau cantik, namun sayang kau masih terlalu polos untuk mengetahui indahnya dunia ini, dan bagaimana mempesonanya ciptaan ciptaan Allah yang ia ciptakan untuk makhluknya, tapi aku berjanji akan membantumu mengetahui itu semua”

Kevinpun berjalan menjauh dari tempatnya semula, sembari tersenyum puas

 

TBC