Tag

, , , ,

litle-mermaid

 

Cover              : ayricafe.wordpress.com

 

Title                :  Little Mermaid Can’t Swimming

 

Author            : Kimye_el

 

Editor             : Sunnie

 

Genre                         : Sad, Romance

 

Cast :

–          Yesung

–          Han Shin Hye

–          Donghae

–          Yuri

 

 

Previous

 

=> .

 

.

 

.

 

.

 

“Baiklah kita akan menuju ruang operasi sekarang”

 

“Bagaimana dengan appa Dok?”

 

“Beliau sudah ada yg menangani dan hari ini pula beliau akan dioperasi.. Beliau pasti sembuh, jadi tenanglah” Ucapnya sambil memegang bahu Shin Hye. Ia pun dipindahkan keruang operasi, dan hal terakhir yg kau lihat adalah Yesung berada disamping mu sebelum kau tak sadarkan diri karena efek obat bius.

 

Next

 

=>

 

.

 

.

 

.

 

~ Author POV ~

 

Beberapa hari kemudian…

 

Setelah memulihkan diri pasca operasi, kini wajah Shin Hye tampak lebih ceria, walaupun appanya belum siuman, namun kini kondisinya semakin membaik.

 

 

~ Shin Hye POV ~

 

Hari ini, aku kembali mengunjungi rumah sakit. Aku ingin melihat keadaan appa dan seseorang. Apakah dia sudah sembuh..? Sungguh, aku tak mengerti perasanku, aku tak mengenalnya… namun, aku tak bisa melupakannya. Dia seperti pangeran dimimpiku.

 

 

~ Author POV ~

 

Shin Hye melangkahkan kakinya menyusuri koridor Rumah Sakit, tangan kanannya menggenggam beberapa tangkai bunga lili putih yang ia ambil dari toko bunga peninggalan ibunya yang saat ini ia kelola.

 

Langkanya begitu riang… ia sudah memutuskan untuk melihat Yesung terlebih dahulu, walaupun mungkin hanya dari jauh atau menunggu dia istirahat.

 

Langkahnya terhenti didepan pintu Rawat Yesung. Terlihat jelas dari kaca pintu, jika Yesung sudah siuman dan pulih dari sakitnya. Namun, entah mengapa itu mengecewakan hatinya, bukan karena Yesung telah siuman, namun itu karena ia melihat seorang gadis berkulit putih, berambut panjang yang saat ini sedang menemani Yesung…

 

10 menit sudah Shin Hye terdiam di depan pintu Rawat Yesung, ia baru tersadar ketika melihat Yesung menatapnya dengan pandangan bingung, seketika itu pula Shin Hye berlari menjauhi Ruang Rawat Yesung

 

 

~ Yesung POV ~

 

Aku tak mengerti apa yang aku pikirkan saat ini… Sepertinya, tadi aku melihat seorang gadis berdiri di balik pintu ruang rawatku.. Siapa dia? Mengapa ia tak masuk? Dan terakhir… Mengapa ia harus berlari ketika ia tahu jika aku memandangnya? ..

 

Tiba tiba saja Yuri menyuapiku dengan beberapa potong buah

 

“Apakah kau yang merawatku katika aku sakit ?” Tanyaku dengan memandang tepat dimatanya

 

“Tentu saja, lalu… siapa lagi kalau bukan aku, tunanganmu” Apa benar dia gadis yang aku lihat saat aku tersadar? Yang aku ingat… Gadis itu hanya berambut panjang. Benarkah gadis itu adalah Yuri?. Apa yang kupikirkan, tentu saja itu yuri, lalu siapa lagi?

 

 

~ Author POV ~

 

Shin Hye terus melangkahkan kakinya entah kemana, ia terus berlari tanpa arah tanpa tujuan, apa yang ia rasakan saat ini atau saat itu ia sendiri tak tahu, mengapa hatinya harus terasa begitu sakit dan kecewa saat melihat Yesung bersama seorang gadis. Ia bahkan terlihat seperti seorang putri duyung yang mengharapkan seorang pangeran yang tak dikenalnya sama sekali, bahkan mengungkapkan perasaannya saja ia tak berani.

 

 

~ Shin Hye POV ~

 

Aku terus berlari tak tentu arah, tangan kananku sudah sedari tadi menggenggam erat kaos yang berada didepan dada kiriku, tepatnya di hatiku, rasanya sakit sekali, aku terus berlari hingga aku lelah dan terjatuh, hingga rasa sakit inipun ikut lelah dan hilang, sungguh… rasanya aku tak bisa mengenal diriku sendiri, Bagaimana mungkin aku bisa seperti ini?… sungguh, ini bukan diriku yang aku kenal, yang selalu berusaha kuat dan ceria, namun, didepannya aku bagaikan seekor bunglon yang tak tau bagaimana warna tubuhnya sendiri.

 

 

~ Author POV ~

 

Shin Hye yang tengah berlari kini terjatuh tersungkur di tanah, hal itu membuat kakinya harus terluka, mungkin… jika dikeadaan normal ia mungkin akan meringis kesakitan, namun bukan itu yang ia rasakan, karena sakit dihatinya jauh lebih terasa daripada kakinya.

 

Ia mencoba untuk berdiri, namun tak dapat, ia terlalu lelah untuk sekedar berdiri, ditambah dengan luka pada kakinya, mungkin itulah yang menyebabkannya tak mampu berdiri sendiri saat ini.

 

Disaat ia mulai ingin mencoba berdiri lagi, tiba tiba sebuah tangan muncul(?) seolah menawarkan bantuan kepadanya, ia mendongakkan kepalanya berusaha melihat dengan jelas siapa pemilik tangan tersebut.

 

Hal pertama yang ia lihat adalah, seorang cowok jangkun, berwajah tampan namun tegas bagai seorang pangeran dengan senyum mempesona yang menghiasi wajahnya, sungguh… perpaduan yang sangat indah, yang tidak bukan dan tidak lain adalah Donghae *kkyyaa!!! author butuh nafas buatann #seret kyu ke kamar *digampar sparkyu

 

“Gwenchana?” Tanya Donghae singkat namun sedikit terdengar nada kekawatiran dari pertanyaannya

 

“Ne… gwenchana, gomawo dokter…..” Shin Hye pun mulai menggapai tangan Donghae untuk membantunya berdiri dan berjalan, dengan perlahan Donghae menuntunnya berjalan menuju bangku taman, yang entah mengapa, dirinya sendiri bingung bagaimana bisa ia bisa berada ditaman, ‘mungkinkah aku berlari ke taman ini?’ pikir Shin Hye yang sembari melihat keadaan sekitar dari tempat duduknya saat ini

 

Kini pandangannya teralihkan ketika melihat Donghae mengeluarkan sebuah sapu tangan putih dari saku celananya, ditekan tekannya sapu tangan itu pada kaki Shin Hye yang terluka, berusaha membersihkan luka tersebut agar ia tak terinfeksi.

 

Shin Hye terus menatap Donghae yang sedang mengobati lukanya itu, ia sangat tulus dan hati-hati ketika mengobati lukanya, hingga ia tak sadar jika kini Donghae pun ikut menatapnya, Shin Hye yang merasa ada seseorang yang menatapnya pun terpaksa harus kembali kealam bawah sadarnya.

 

“Selesai… Apa kau benar baik-baik saja? Jika tidak, lebih baik kita kerumah sakit saja” Tanya Donghae cemas

 

“Gwenchana Dokter… Ini hanya luka ringan biasa, tak perlu dibawa ke Rumah Sakit, kecuali… Jika aku jatuh dari jurang atau tertabrak mobil, itu beda lagi namanya” ia tertawa kecil mendengar candaannya sendiri, melihat itu Donghaepun ikut tersenyum

 

‘Teruslah tersenyum… Kau selalu tampak cantik jika tersenyum’ ingin sekali Donghae mengucapkan kalimat itu, namun entah mengapa kalimat itu tercekal ditenggorokannya

 

“Apa ada sesuatu yang terjadi? Appamu baik-baik sajakan?” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan

 

“tidak, tidak terjadi apa apa Dok, appa juga baik-baik saja meskipun belum siuman, kalau boleh tau, apa yang Dokter lakukan disini?”

 

“Jangan memanggilku Dokter, panggil saja aku ‘Donghae’, lagi pula kita seumuran bukan? Aku cuma merasa sedikit bosan di Rumah Sakit, jadi aku keluar untuk mencari udara segar” jawab Donghae dengan menarik nafas lalu menghembuskannya

 

“Um… Baiklah, Dong…hae” Jawabnya sedikit ragu

 

“O, ya dari mana Dokter…um… maksudnya Donghae tahu jika kita seumuran? Apakah dari data rumah sakit?”

 

“Apa kau benar-benar tak mengingatku eoh?” Tanya Donghae

 

Shin Hye mulai menatap dan mengamati wajah Donghae dengan detail. Tampan, mempesona, itulah hal pertama yang ia nilai dari diri Donghae, namun sayang, tak ada satu ingatan pun yang ia ingat tentang Donghae

 

“Apa kau yakin, aku pernah mengenalmu sebelumnya?” Tanya Shin Hye

 

Entah apa yang dipikirkan Donghae saat ini, ia mrngsmbil sebuah kotak yang diyakini berisi sebuah kacamata, dipakainya kacamata tersebut, dan yang terakhir ia gembungkan kedua pipinya hingga tampang seperti anak gendut *:o #admin Cuma bisa ber-o ria *reader -_-

 

“Sudah ingat? Kau ingat seorang anak seumuranmu saat SD?” Tanya Donghae, Shin Hye hanya bisa mengamati Donghae dari atas sampai bawah berusaha mengulang masa lalunya

 

“Kau terlihat seperti seorang anak yang gendut” Kata Jessica ketika menelusuri wajah Donghae

 

“Baiklah… Aku mungkin terlalu terkenal, sehingga kau tak mengingatku sama sekali… Aku adalah seorang anak kecil gendut, yang selalu mengikutimu dan mengompol jika kau memandangku, apa kau sudah ingat?” Tanya Donghae memastikan

 

“Apakah kau… Si kentang ?”*author digampar elfishy

 

“Akhirnya kau mengingatnya juga… Uhh…benar-benar butuh perjuangan mengingatkan mu” Keluh Donghae

 

“Benarkah ini kau kentang?” Tanya Shin Hye sembari mencubit pipi Donghae, namun sedetik kemudian ia melepaskan tangannya pada pipi Donghae

 

“Maaf… Aku kehilangan kendali” Jawab Shin Hye menundukkan kepala

 

“Gwenchanayo… Aku merindukan cubitan mu yang dulu! Tadi nya… aku tak ingin mengatakannya, karena aku tak mau mengingat masa lalu ku… Bukankah kita sama?” Goda Donghae dengan mengedipkan satu matanya, Shin Hye pun hanya tertawa mendengar dan melihat tingkah laku temannya dulu, melihat Shin Hye tertawa membuat Donghaepun ikut tertawa meskipun ia sendiri bingung, mengapa justru ia tertawa

 

 

~ Shin Hye POV ~

 

Aku benar-benar tak menyangka, jika dokter yang selama ini merawat appaku dan Yesung adalah anak kecil gendut yg mengikuti ku kemana-mana dulu ketika SD

 

 

~ Donghae POV ~

 

Akhirnya terbongkar juga rahasiaku yang selama aku jaga… Jujur saja, aku tak sanggup menyembunyikan rahasiaku ini darinya, padahal aku selalu tegas pada pendirianku untuk menjaga rahasia itu baik-baik… Mungkinkah perasaanku yang selama ini terpendam kini kembali lagi?. Jika aku boleh mengakui, ia tampak lebih mempesona sekarang

 

 

~ Author POV ~

 

Shin Hye dan Donghae mulai tertawa bersama mengingat masa lalu mereka berdua, namun tiba tiba tawa Shin Hye terhenti ketika melihat Yesung sedang berjalan berdua bersama seorang gadis, gadis yang sama yang ia lihat di kamar Rawat Yesung. Mereka bukan hanya sekedar jalan berdua, terlihat dengan jelas di mata Shin Hye jika gadis itu menggenggam erat tangan Yesung berusaha membantunya berjalan

 

***

Kini malam sudah sangat larut, bulan pun terlihat begitu ceria. Namun, terlihat dengan jelas, awan hitam sedang menanti disana.

 

Sebuah mobil mercedes hitam sedang memparkirkan tubuhnya di depan sebuah rumah kecil nan sederhana, terlihat dengan jelas jika didalam mobil tersebut terdapat seorang gadis dan seorang pria yang sedang saling menatap

 

“Gomawo sudah mau mengantarkanku dan mentraktirku makan malam, sekali lagi gomawo, jika tidak ada yang ingin dibicarakan aku akan turun” Shin Hyepun segera membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih, ia membuka sabuk pengamannya, namun baru saja ia ingin membuka pintu mobil, tiba tiba sebuah tangan menahan lengannya

 

“Apa kau tinggal disini? Kecil sekali? Bukankah rumahmu dulu tak disini?” Tanya Donghae

 

TBC