Tag

, , , , , , ,

 

lucifer-you-die1

 

Cover By        : AyriCafe

Author            :  Sunnie

Title                 : “Lucifer” You Die Part I

Ratting            : M (kekerasan )

Genre              : Pembunuhan, Kekerasan, Romance, sad

Main Cast       :

– Min Hyo Sun or Sulli

– Kim Kibum

Other cast       :

–          Kris or Minho

–          Lee Donghae

–          Keluarga Lee

 

Previous

=>

.

.

.

@Cafe

“ada apa lagi kau memanggilku?” Tanya Min Ho tanpa basa basi ketika tepat berada di depan Hyo Sun

“Hari ini kita akan pergi ke Mokpo” Hyo Sun menjawab dengan santai tapi nadanya terdengar serius

“kita mulai sekarang?” Tanya Min Ho sedikit tidak percaya, bahwa Hyo Sun ingin memulai pembunuhan secepat ini

“aku tidak ingin kakak merasa tidak tenang lebih lama lagi disana”

“kau benar”

“aku sudah memesan tiket untuk kita ke Mokpo, kita berangkat sekarang” Hyo Sunpun langsung berdiri dan menyodorkan sebuah tiket kepada Min Ho

 

Next

=>

.

.

.

~ Author POV ~

@Mokpo

“Kau ingatkan rencananya!” tanya Hyo Sun yang terdengar seperti sebuah perintah

“Tentu saja, tidak mungkin aku melupakannya” jawab Kris santai namun tegas

“Baiklah… Jangan membuang-buang waktu lagi” Kata Hyo Sun dingin

***

@Di depan Rumah Lee Donghae

Tutt.. .. tutt… tutt…( bunyi bel rumah )

“Nuguseo?” tanya seorang wanita paruh baya dari dalam rumah

“Annyeonghaseyo, perkenalkan saya Choi Minho dan rekan saya Choi Sulli  kami dari perusahaan The Face Shop menawarkan sebuah produk kecantikan yang dijamin akan membuat kulit wajah anda menjadi lebih indah nyonya.” Sapa seorang pria berahang tegas, dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya yang rupawan

“Dan perlu anda ketahui, bahwa produk ini merupakan produk Limited Edition, berhubung hari ini merupakan hari ulang tahun The Face Shop, kami menawarkan bagi 3 orang pembeli yang beruntung, sebuah potongan harga sebesar 50%” Lanjut seorang wanita tinggi, berambut coklat dengan senyum lebar –antusias- yang menghiasi wajahnya yang cantik, sama seperti halnya pria tampan yang berada disampingnya. Tangan kanannya merenggang membentuk angka 5 ketika menyebutkan angka 50%

“dan SELAMAT!!!!!!! Anda mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembeli yang beruntung tersebut, “ Pria dan wanita itu menjawab dengan serempak serta semangat –antusias- yang terdengar jelas dari nada bicara mereka

Tanpa disengaja Sulli melihat tatapan dingin dan tenang dari wanita paruh baya di depannya, namun ia berusaha menenangkan dirinya lebih kepada hatinya

“Ahh… Apa kalian pikir aku bodoh? Aku sudah sering mendapat kebohongan seperti ini, jadi untuk itu anda dapat keluar sekarang juga melalui pintu dimana tempat anda masuk tadi” Ujar wanita paruh baya dimana orang-orang mengenalnya sebagai ibu kandung seorang Lee Donghae, pemilik perusahaan Lee’s Corporation. sebut saja “Lee Yong Hwa”

Yong Hwapun segera menutup pintu rumahnya, namun sebuah tangan menahan pintu agar tidak menutup

“Tunggu nyonya, Kami datang kesini dengan sebuah kejujuran bukanlah sebuah  kebohongan, kami mohon dengarkan kami terlebih dahulu” Mohon Minho sembari menahan sebuah pintu yang akan ditutup oleh Yong Hwa dengan lengan kananya

“Kumohon percayalah pada kami untuk kali ini saja” Mohon Sulli sembari menggenggam erat kedua tangan Yong Hwa dengan tangan mungilnya

“Baiklah, kurasa aku dapat mempercayai kalian untuk saat ini saja” Jawab Yong Hwa enggan setelah beberapa detik berfikir

Yong Hwapun membukakan pintu rumahnya hingga lebar menampilkan betapa megah dan indahnya interior rumah yang bermodel Korea-Jerman itu

Yong Hwa berjalan menjauhi pintu tersebut menuju sebuah sofa yang berada di ruang tamu, dekat dengan pintu tersebut karena memang pintu itu berada di ruang tamu

Yong Hwa yang sedang duduk menyandar pada sofa tersebutpun melirik tajam Minho dan Sulli yang masih belum beranjak dari tempat mereka berdiri tadi

“Apa yang kalian lakukan? Bukankah kalian ingin menawarkan progam kecantikan itu? Dan kenapa kalian hanya berdiri seperti patung air mancur disana eoh?, lebih baik kalian masuk dan cepat kalian selesaikan penawaran yang kalian bilang tadi, karena aku tidak ada waktu untuk mengurusi kalian lebih lama lagi” Minho dan Sulli hanya dapat menunduk patuh, mendengar deretan kata kata tajam yang keluar dengan santainya melalui mulut wanita paruh baya itu, dalam hati mereka begitu geram dengan kelakuan wanita yang sudah membuat batin dan jiwa mereka terluka tersebut

“I… Iya… “ dengan gerakan cepat Minho dan Sulli sudah duduk berhadapan dengan wanita paruh baya tersebut

Sulli kini sedang disibukkan dengan mengeluarkan berbagai macam alat kecantikan dari dalam tas yang mereka bawa tadi, sedangkan Minho kini sedang mengatur dengan rapi alat alat kecantikan tersebut ke atas meja

“Apa kalian tidak bisa lebih cepat lagi?” Tanya Yong Hwa sedikit emosi

“Ka… Kami sudah selesai”

“Baiklah, pertama tama kami akan memperkenalkan beberapa produk-“ Kata-kata Sullipun terputus ketika salah satu pelayan datang menghampiri mereka yang sedang mempromosikan sebuah produk Limited Edition yang entah mengapa tidak begitu menarik dimata tajam Yong Hwa

“Maaf jika saya lancang, saya hanya datang untuk menawarkan sebuah minuman yang mungkin dapat saya hidangkan” Sapa pelayan tersebut penuh penghormatan

Yong Hwa kini memandang tajam kedua insan dihadapannya, dengan pandangan sedikit meremehkan namun terkesan tenang dan dingin, Sulli dan Minho yang melihat itu merasa mulai tidak nyaman, pandangan mereka kini tidaklah lagi terlihat fokus

Selang beberapa detik dalam keheningan, Yong Hwapun angkat bicara,

“Bawakan mereka apa saja, dan bawakan saya segelas teh hijau” Ujar Yong Hwa tenang namun tatapan tak pernah terlepas dari kedua insan dihadapannya

“Baik nyonya, Kalau begitu saya permisi dulu” Jawab pelayan tersebut sopan sembari membungkukkan badannya 90° dan pergi meninggalkan mereka

Suasana di ruang tamu tersebut semakin menegangkan ketika pandangan Yong Hwa menatap seorang wanita dihadapannya dengan intens, merasa ditatap sebegitu intens wanita itu hanya menundukkan kepalanya dalam, seolah tak berani membalas tatapan tersebut

“Baiklah kita kembali ke pembicaraan semula, Ini adalah salah satu produk Limited Edition yang ingin kami tunjukkan kepada anda nyonya, seperti yang kami katakan tadi, produk ini adalah produk keluaran terbaru yang sangat minim untuk ditemukan, dan berhubung hari ini adalah hari ulang tahun The Face Shop, kami menawarkan produk ini kepada 3 orang pembeli yang beruntung” Minho yang sedari tadi diampun memecahkan suasana menenggangkan di ruang tersebut

Kini pandangan Yong Hwa mulai beralih pada benda yang tergeletak bebas di atas meja, di ambilnya benda tersebut dan membolak balikkannya kekanan dan kekiri seolah menilai dan menguliti benda tersebut dengan tatapannya yang tajam

Seorang pelayan berjalan kearah mereka dengan nampan yang berisi dua gelas es jeruk dan secangkir kopi untuk Yong Hwa, Sulli, dan Minho

Yong Hwa menggerakkan telapak kanannya kearah pelayan tersebut seolah menyuruhnya untuk segera pergi, pelayan tersebut hanya mengangguk mohon undur diri dari ruang tamu

Sulli dan Minho melanjutkan kegiatannya yang tertunda, Yong Hwa hanya menatap kedua insan dihadapannya yang tengah sibuk dengan kegiatannya dengan pandangan bosan, tak tertarik

Yong Hwa mengambil secangkir kopi di atas meja dan meminumnya dengan elegan. Namun, ditempat lain sebuah senyuman sinis mulai terlukis dengan kejamnya

Perlahan demi perlahan sebuah cairan mulai masuk kedalam tubuhnya, melewati pembuluh darahnya dan jatuh menyelimuti jantungnya

Seketika itu juga Yong Hwa merasakan dadanya sesak, seolah udara begitu sulit untuk masuk kedalam paru-parunya, tangan kanannya mencengkeram erat baju didepan dadanya, detepuk tepuknya dada kirinya seolah ingin membuat udara dapat masuk kedalam paru-parunya

Namun, seketika itu pula semuanya berubah menjadi gelap,

***

Yong Hwa membuka matanya perlahan, menyesuaikan matanya dengan cahaya rembulan yang masuk melewati jendela yang terbuka

Matanya mulai melihat sekeliling berusaha mengenali tempatnya sekarang berada, satu hal yang terlintas di pikirannya, sekarang ia berada didalam sebuah gudang didalam rumahnya, namun ia mulai bertanya –terlebih- pada dirinya sendiri

“Bagaimana bisa, aku berada disini?” Tanyanya dalam hati yang entah mengapa telah ia suarakan dengan kening yang menyerngit bingung karena ia mendapati dirinya sekarang tengah terikat di sebuah bangku dibawah sinar rembulan

Matanya tanpa sengaja melihat sesosok gadis yang tengah berdiri bersandar dipojok ruangan dibawah bayangan lemari, dengan pencahayaan yang begitu minim, yang membuat aura hitam yang mamancar dari tubuhnya semakin menguat dan terlihat begitu kejam

“Kau bangun begitu cepat, kurasa kau sudah tidak sabar mengetahui apa yang akan terjadi dengan tubuhmu nanti” Ujar gadis terebut pelan, namun suaranya begitu kuat hingga terngiang dengan jelas di sekeliling ruangan yang terselimuti  dengan aura dingin dan kejam

“Lepaskan aku sekarang, aku tidak takut denganmu” Jawab Yong Hwa tenang namun dingin dan terdengar tegas dan yakin

“Aku tidak pernah berfikir bahwa kau akan takut padaku” Gadis itu terkekeh pelan dengan dingin dan sinis

TBC