Tag

, ,

Title                : Not Alone

Author            : Sunnie

Rating             : G

Length            : Songfic

Genre              : Family, Friendship

Main Cast      :

–          Taeyeon

–          All personil SNSD

Other Cast :

–          Lee Donghae

BackSong       :

–          SNSD – Not Alone

 

~ Happy Reading ~

 

~ Author POV ~

Seorang Gadis menyandarkan tubuhnya pada bangku taman Dipinggir pantai. Hembusan angin, deruan ombak yang menabrak karang membuat suasana pantai menjadi tenang dan damai, namun hal tersebut tidaklah membuat hati kecil gadis tersebut tenang

Pikirannya melayang kembali beberapa saat yang lalu

~ Flasback ~

Taeyeon Menatap dengan lekat kedua insan yang tengah bertengkar dengan intens di hadapannya … seolah dunia ini hanya ada mereka berdua… tanpa memperdulikan pandangan orang lain tentang mereka, Mungkin pertengkaran itu tidaklah begitu menarik di mata orang lain… namun tidak dengan Taeyeon… Hingga ia mendengar sebuah deretan kalimat panjang namun mampu menusuk jantung hatinya yang paling dalam

“Aku… aku tak tau apa yang harus ku katakan padamu… aku sangat percaya padamu hingga rela memberikan seluruh hati dan jiwaku padamu… namun kau dengan mudahnya menghancurkan hati dan jiwa itu… kau tau rasanya ketika orang yang sangat kau percayai lebih dari siapapun mengkhianatimu dengan begitu mudahnya?” Tetesan Kristal mulai jatuh dari kelopak mata Jessica namun dengan cepat ia menghapusnya dengan lengan kanannya

“Sayang… Kumohon dengarkan penjelasanku dulu… sungguh, ini tidak seperti yang kau fikirkan, aku…”

“Apa? apa yang akan kau jelaskan? Apa kau akan menjelaskan tentang bagaimana dengan sadisnya kau mengkhianatiku Donghae? Mungkin aku tidak tau siapa gadis yang tengah kau peluk di dalam apartementmu yang sangat pribadi itu, Entah berapa pelukan, ciuman, yang telah kau lakukan dengannya… “

“Kau menyakitiku Donghae, mungkin aku masih dapat memaafkanmu, tapi aku tak akan pernah dapat melupakan hal ini” Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Jessica kepada Donghae sebelum ia berjalan menjauh, namun sebelum ia berjalan menjauh, ditariknya sebuah cincin pertunangan yang melekat di jari manisnya hingga lepas, ditaruhnya cincin itu di telapak tangan kanan Donghae,

Dengan enggan Jessica berjalan menjauh, hingga tetesan Kristal mulai jatuh dari kelopak matanya, ketika ia menyadari sakitnya sebuah pengkhianatan.

.

.

.

Taeyeon merasakan sejuta kesakitan, dan penyesalan di dadanya, serasa dunia seperti runtuh di kakinya, hingga ia tak mampu menompang tubuhnya lagi… tetesan Kristal mulai jatuh dari kelopak matanya

Mungkinkah… Orang itu adalah Mr.Lee? Jika itu memang benar…. berarti Donghae yang selama ini Jessica maksud adalah Lee Donghae?” Taeyeon hanya dapat meruntuki kebodohannya selama ini, bagaimana mungkin ia tak menyadarinya sebelumnya, selama ini Jessica selalu bercerita tentang Donghae tunangannya, dan sekali lagi Ia begitu bodoh untuk mengetahui semua itu

***

Entah berapa lama Taeyeon duduk seperti orang bodoh di tanah, ia memanglah bodoh, karena kebodohannya dengan kurang ajar telah menyakiti dirinya dan orang orang yang ia sayangi

Dengan enggan Taeyeon berdiri dan melangkah perlahan menjauh dari tempatnya tadi, langkah demi langkah terasa berat seolah ia menanggung semua bebannya pada kakinya tersebut

~ Flasback END ~

Hatinya terasa begitu perih ketika mengingat kejadian beberapa saat yang lalu, Taeyeon meremas rambutnya frustasi… ia tidak tau apa yang harus ia lakukan… Ia telah melukai perasaan Jessica yang merupakan adiknya … Dan juga Donghae, orang yang kini tlah merenggut hatinya…

Bukan hanya perasaan mereka yang tersakiti namun hatinyapun juga sangat sakit, Sakit karena tlah melukai orang-orang yang dikasihinya, sakit karena tlah menghancurkan sebuah hubungan kekasih dari dua orang yang saling mencintai, dan menjadi orag ketiga dalam sebuah hubungan percintaan… namun perasaannya sangat sakit ketika menyadari jika ia tidak akan pernah bisa memiliki orang yang dicintainya, menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai.

Taeyeon meremas rambutnya frustasi ketika menyadari ketidak berdayaannya saat ini,

“Hei…” Dinginnya es mulai menjalari pipinya, Taeyeon menolehkan kepalanya kekiri dan menyadari kehadiran seseorang disampingnya, Orang itu menyodorkan sekaleng soda dingin yang entah darimana ia dapatkan

“Tiffany…” Taeyeon mengambil kaleng soda itu dari tangan Tiffany yang saat ini tengah duduk disamping kirinya

“Tidakkah pemandangan disini sangat indah?” Tanya Tiffany sembari memandang hamparan laut lepas dihadapannya

“Ya” Jawab Taeyeon sembari mengikuti arah pandang Tiffany

“Dan apa yang kau lakukan disini? Aku tau kau sedang tidak menikmati pemandangan laut bukan?” Tanya Tiffany sembari memandang wajah Taeyeon yang saat ini tengah menatap hamparan Laut lepas

“Aku memang tidak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu darimu” Taeyeon kini hanya terkekeh pelan sembari membalas tatapan Tiffany

“Apa kau punya masalah kak?” Tanya Yoona yang saat ini tengah berada di belakang mereka

“Kau bisa menceritakannya pada kami, jika kau mau” Sambung Yuri yang entah sejak kapan telah duduk disamping kanannya

“Namun jika kau tidak ingin cerita juga tak apa-apa” Jawab Sunny yang sekarang tengah berdiri disamping kanan Yoona

“Aku sedikit bingung, apakah Adikku saat ini telah berubah menjadi penyihir, sehingga mereka dapat datang tiba tiba?”

“Mungkin” Jawab Sooyoung yang tiba tiba telah berdiri disebelah kiri Yoona

“Bukankah itu adalah hobi kami? Menghilang begitu saja, dan datang dengan tiba-tiba” Jawab Seohyun yang tiba-tiba tengah berdiri disamping kanan Yuri

“Apakah masih ada yang belum keluar?… Hyoyeon!!! Kurasa kau bisa keluar sekarang” Ujar Taeyeon menahan tawa

“Apakah aku terlihat seperti orang yang tengah bersembunyi?” Tanya Hyoyeon yang entah dari mana muncul dan sekarang sudah berada di kiri Tiffany

“Kurasa seperti itu” Jawab Taeyeon sembari terkekeh pelan

“Kau kurang beruntung Hyoyeon” Ujar Sunny sembari menepuk-nepuk kecil pundah Hyoyeon

“Kau terlihat sedang bersedih tadi… Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu kakak?” Tanya Yoona sembari menatap Taeyeon lekat seolah meminta jawaban sekarang juga

“Aku tidak apa-apa… Percayalah” Jawab Taeyeon ketika menyadari tatapan menuntut dari adik-adiknya

“Kami tidak tau apa yang tengah kau pikirkan saat ini… tapi percayalah satu hal” Sambung Yuri yang saat ini tengah menatap laut lepas dihadapannya

“Bahwa kau tidaklah sendiri” Sambung Sooyoung melanjutkan pernyataan Yuri

“Ada kami yang akan selalu menemanimu dalam suka mapun duka, kau memiliki banyak adik disini, jadi percayalah jika kau tidaklah sendiri” Yakin Seohyun

“Mungkin jika kalian tau yang sebenarnya, kalian pasti akan pergi dan menjauhiku” Jawab Taeyeon sembari menatap laut lepas dihadapnnya dengan pandangan menerawang

Bahkan Jessicapun tak ada disini saat ini, mungkin kini ia tengah merasa jijik dan menyesal karena telah memilik seorang kakak yang jahat sepertiku” Pikir Taeyeon dalam benarnya

“Mungkin kau bisa menceritakannya pada kami, kau harus ingat, bahwa kau tidaklah sendiri di dunia ini” Yuri yang melihat raut kesedihan di wajah Taeyeonpun menepuk-nepuk pundak kanan Taeyeon, seolah menunjukkan bahwa ia tidaklah seorang diri didunia ini

Taeyeon terlalu putus asa dan frustasi terhadap hidupnya, semua terjadi begitu saja.. sebuah cerita yang dengan kurang ajar terus mengalir melalui bibirnya, kenyataan pahit yang harus ia alami dalam hidupnya.

Tanpa sadar tetesan Kristal mulai jatuh dari kelopak matanya, namun cerita itu tidaklah berakhir seiring bertambah banyaknya Kristal tersebut jatuh

Cerita tentang dirinya yang tengah tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria di sebuah toko buku langganannya, dan dengan kurang ajarnya pria tersebut selalu terbayang dalam pikiran Taeyeon… Dia adalah Lee Donghae, yang sebelumnya ia ketahui dengan nama Mr.Lee, pria yang tengah merenggut hatinya yang telah ia kubur dikedalaman samudra, hingga ia tak dapat lagi tersirat oleh mata

Sebelumnya, ia tidak pernah mempermasalahkan bahwa ia jatuh cinta saat ini, sampai akhirnya ia tahu bahwa Donghae telah memiliki seorang tunangan, yang merupakan adiknya sendiri.

Sebuah goresan luka mulai tumbuh dihatinya, namun goresan itu semakin membesar seiring berjalannya waktu, hingga ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, pertengkaran itu, pertengkaran yang timbul karenanya… Pertengkaran yang membuat sebuah ikatan pertunangan hancur begitu saja, pertunangan antara Donghae dan Jessica

Tetesan kristal yang sedari tadi jatuh dari kelopak mata Taeyeon, membuatnya terlihat seperti Seseorang yang lemah tak berdaya, tidak dapat berkata-kata, tidak dapat melangkah kedepan, hanya membayangkan sebuah akhir bahagia seperti di dongeng, tanpa ada usaha

Entah sejak kapan, namun kini Yoona tengah berada di depan Taeyeon yang terus mengalirkan air mata, perlahan diangkatnya dagu Taeyeon hingga ia bertatapan dengan kakaknya itu, dihapusnya air mata yang terus mengalir melewati pipinya itu dengan jarinya yang lentik

“Kau tau kak, terkadang cinta itu menyakitkan, namun kau harus tau satu hal, cinta tidaklah selalu menyakitkan, mungkin kau menyesal karena telah mencintai Donghae, kau tidak perlu menyesal… jika Donghae memang mencintai Jessica… Pertengkaran ini pasti akan berakhir… dan Petunangan mereka pasti akan berlanjut lagi, jadi berhentilah menangis… karena kau sangat jelek saat menangis” Ujar Yoona sembari menggenggam erat kedua tangan Taeyeon

“Benar apa kata Yoona … Jika aku mencintai Donghae maka pertengkaran itu pasti berakhir dan pertunangan kami pasti berlanjut… dan aku mencintai Donghae… Aku terlalu mencintainya hingga aku tak bisa selalu marah dan menghindarinya … dan pada akhirnya pertunangan ini terus berlanjut” Ujar Jessica yang entah sejak kapan telah berada di samping Yuri

“ Kau tau kak… kau tidaklah harus kecewa pada dirimu sendiri… bukankah cinta itu datang tanpa kau minta… itu bukanlah suatu kesalahan… dan kau harus tau kak… aku tidak pernah membencimu hanya karena kau mencintai Donghae… aku hanya ingin tau seberapa besar Donghae mencintaiku dan setia padaku… dan karena bantuanmu… kini aku tau bahwa Donghae sangatlah mencintaiku” Sambung Jessica sembari tersenyum manis

“Kalian benar… Mungkin aku tidaklah bisa memiliki Donghae… namun satu hal yang baru kusadari aku memiliki banyak adik yang selalu ada untukku”

“Benar… Harusnya kau bangga kak… karena memiliki Adik yang cantik, imut, dan selalu berada disampingmu” Ujar Hyoyeon

“Ya!! Apa kau pikir kau cantik eoh?” Tanya Sunny dengan pandangan mencemooh

“Aku bahkan jauh lebih cantik darimu” Jawab Hyoyeon

“Kurasa aku yang paling cantik diantar semua personil Girl Generation” Jawab Tiffany membanggakan dirinya

“Aku tidak percaya, bahkan Leader kita jauh lebih cantik darimu” Jawab Sooyoung yang sedari hanya terkekeh kecil melihat pertengkaran seru yang dilakukan para kakak dan adiknya tersebut

“Sooyoung benar… aku bahkan jauh lebih cantik dari kalian semua” Ujar Taeyeon yang mulai tersenyum dan terkekeh pelan melihat kelakuan adiknya tersebut

“Nah begitukan lebih baik …. Tersenyum dan mulai menjadi leader kita yang dulu lagi” Ujar Seohyun yang sedari tadi diam meilaht tingkah lucu yang dilakukan kakak dan adiknya tersebut

“Apa kalian befikir bahwa selama ini aku tidaklah menjadi leader yang dulu?” Tanya Taeyeon dengan pandangan menyelidik

“Mungkin… Aku tidaklah yakin…” Jawab Seohyun santai, seolah tidak melihat raut tersinggung dari wajah Taeyeon

“Tapi… Kau tetap kakak kita yang paling menyebalkan” Sambung Seohyun sembari memeluk Taeyeon yang diikuti oleh semua personil Girl Generation lainnya

Sudah pernahkah kau percaya? 

(Percaya akan) sebuah cinta yang sebenarnya (yaitu sebuah cinta) dengan seseorang (yang kita cintai)
Jika hanya berharap akan hal itu,
Aku tidak akan dapat berbuat (sesuatu demi harapan itu) dengan baik
Namun, (Satu hal yang) masih ku ketahui

Tak Sendiri, Tak sendiri
Meskipun perasaan ini tidak memiliki sebuah “jawaban”
Tak Sendiri,
Meskipun segala lagu-lagu cinta ini tampak akan menghilang
“Aku adalah sebuah bunga yang mekar untukmu”
Memang benar, Aku tidak sendirian

Kenapa diriku masih merasa sangat ketakutan?
Apakah hanya aku sendiri yang (merasa seperti) tidak berdaya di sini? Oh~
Seperti kembali menjadi seorang anak kecil,
Aku tidak dapat mengungkapkan kata-kata (yang ingin kukatakan)
Aku tidak akan bisa melangkah kedepan, jika semua hanya (seperti) dongeng belaka

Tak sendiri, hey, Tak sendiri
Untuk berfikir tentang seseorang
Tak sendiri,
Disuatu waktu, Ketika ku menemukan kebenaran
Apa yang harus ku sebut ?
(Sebuah sebutan untuk) perasaan ini
“Hal-hal yang berharga” didalam diriku sendiri ini

Terima kasih, kau telah memberikan (ku) kekuatan (ini)
“Aku akan berada disana untukmu!”
Jika aku dibutuhkan, aku akan selalu menggapai (mu) dengan kedua tangan ini

Sekarang aku telah melihatnya,  memanglah benar,
Karena aku ingin mencoba untuk mencintai seseorang selama-lamanya

Tak sendiri, tak sendiri
Walaupun disebuah tempat tanpa ada cahaya
Tak sendiri,
Walaupun air mata terus jatuh mengalir (Walaupun air mata terus jatuh mengalir)
“Aku adalah sebuah bunga yang mekar untukmu”
Sehingga aku tidak… (Sehingga aku tidak…)
Sehingga aku tidak…(Sehingga aku tidak…)
Sehingga aku tidak…(Sehingga aku tidak…)
Sendirian…Uh uh uh~

 

Terjemahan Lagu SNSD – Not Alone